Minggu, 11 November 2018

Softskill Inovasi minggu ke-2

1.  Sebutkan & Jelaskan layanan strategis apa agar SI modern dapat berkembang cepat?
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah "suara ultra" termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.


Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.
Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis kandungan (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari cairan.

Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada ibu hamil. Sebelum ada alat ini, denyut jantung janin baru dapat didengar pada usia kehamilan 16-18 minggu. Sementara dengan USG, pada usia kehamilan 6-7 minggu sudah dapat dideteksi. USG juga dapat mendeteksi kelainan-kelainan bawaan di usia kehamilan yang lebih awal.
CARA PEMERIKSAAN
Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
1. Pervaginam
- Memasukkan probe USG transvaginal/seperti melakukan pemeriksaan dalam.
- Dilakukan pada kehamilan di bawah 8 minggu.
- Lebih mudah dan ibu tidak perlu menahan kencing.
- Lebih jelas karena bisa lebih dekat pada rahim.
- Daya tembusnya 8-10 cm dengan resolusi tinggi.
- Tidak menyebabkan keguguran.

2. Perabdominan
- Probe USG di atas perut.
- Biasa dilakukan pada kehamilan lebih dari 12 minggu.
- Karena dari atas perut maka daya tembusnya akan melewati otot perut, lemak baru menembus rahim.



JENIS PEMERIKSAAN USG
1. USG 2 Dimensi
Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.


2. USG 3 Dimensi
Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).


3. USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar janinnya dapat “bergerak”. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.


4. USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi:

- Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).
- Tonus (gerak janin).
- Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).
- Doppler arteri umbilikalis.
- Reaktivitas denyut jantung janin.


2.  Sebutkan dan jelaskan dan berikan cntoh macam-macam inovasi SI!
Pengertian inovasi sistem informasi dapat di artikan sebagai penemuan baru yang belom pernah ada atau sebuah penemuan lanjutan dari penemuan sebelumnya. inovasi juga kadang di sebut sebuah ide – ide perubahan yang secara signifikan bagi setiap orang dalam berbagai bidang. seperti halnya orang yang bekerja sebagai pengusaha , mereke dituntun menemukan inovasi-inovasi baru yang mengikuti perkembangan jaman. Sedangkan sisterm informasi lebih berunjuk kepada teknologi – teknologi yang berkembang saat ini, hal ini dikarenakan  selama banyaknya produsen – produsen barang elektronik maka teknologi itupun akan berkembang pula
Contoh Inovasi Sistem Informasi & Teknologi Informasi Modern :
-            Bidang Keuangan
Seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama disana masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seseorang dapat tanpa perlu bertemu dengan orang yang di tuju dengan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. 
-            Bidang Pendidikan
Salah satu aplikasi e-learning yang berbasis open source adalah Moodle. Moodle adalah paket software yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website. Moodle pertama kali dikembangkan oleh Martin Dogiamas yang mempertahankan moodle sebagai paket software e-learning yang free (gratis) dan open source (terbuka source programnya). Moodle terus mengembangkan rancangan sistem dan desain user interface setiap minggunya (up to date). Oleh karena itu Moodle tersedia dan dapat digunakan secara bebas sebagai produk open source. Sistem e-learning berbasis open source (moodle) yang digunakan diharapkan dapat meningkatkan efsiensi dan efektivitas kinerja pengajar dan pemahaman pembelajar terhadap materi pembelajaran. Istilah moodle singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Enviroment yang berarti tempat belajar dinamis dengan menggunakan model berorientasi objek atau merupakan paket lingkungan pendidikan berbasis web yang dinamis dan dikembangkan dengan konsep berorientasi objek.
3.  Pengaruh inovasi SI terhadap sosial budaya & pendidikan
- Dalam Bidang Sosial Budaya
Indonesia merupakan negara kepulauan yang penduduknya tersebar dari hidup di pedesaan. Menurut data yang dikeluarkan oleh majalah The Economist, 38 juta penduduk Indonesia berada dalam garis kemiskinan dan 70% di antaranya hidup di daerah pedesaan, sedangkan sisanya berada di daerah perkotaan. Dari sudut pandang ICT4PR (Information and Communication Technology for Poverty Reduction), kemiskinan di daerah pedesaan disebabkan oleh beberapa hal: pendidikan yang rendah, tingkat kualitas kesehatan yang rendah, ekonomi yang lemah, kepemilikan alat-alat produktif yang terbatas, penguasaan teknologi yang kurang, dan rendahnya keterampilan masyarakat. Untuk menanggulangi kemiskinan di pedesaan, pemerintah melalui Bappenas dan bekerja sama dengan UNDP membuat sebuah program yang disebut dengan ICT4PR, teknologi informasi dan komunikasi untuk mengurangi kemiskinan. UNDP melalui program ICT4PR membangun pusat-pusat teknologi informasi dan komunikasi, atau disebut juga telecenter, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Papua sebagai proyek percontohan. Telecenter yang dibangun di desa-desa yang dipilih menjadi sarana komunikasi dan sumber informasi untuk masyarakat setempat. Telecenter tersebut memberikan beberapa manfaat bagi masyarakat antara lain sebagai berikut.
1. Sebagai sumber informasi dan sarana belajar bagi masyarakat. Masyarakat bisa mendapatkan informasi    tentang perkembangan daerah lain dan belajar untuk mengembangkan potensi daerah sendiri.
2.  Sebagai sarana untuk melihat pasar yang lebih luas dari produk setempat. Masyarakat dapat melihat    kebutuhan-kebutuhan daerah lain dan kemungkinan memasarkan produk dari daerah mereka ke daerah      lain.
3.   Menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat.
4.   Meningkatkan informasi kesehatan.
5.   Mengembangkan perdagangan melalui e-commerce.
-  Dalam Bidang Pendidikan
Manfaat inovasi sistem informasi di bidang pendidikan antara lain :
1. Dengan adanya internet, memudahkan orang lain untuk saling berbagi hasil   penelitian dan dapat dimanfaatkan orang lain di segala penjuru dunia
2.  Adanya perpustakaan online yang berbentuk digital
3.  Diskusi online yang dapat digunakan di sekolah maupun universitas terbuka
4.  Sebagai Keterampilan dan Kompetensi
Setiap pemegang kepentingan harus mempunyai keterampilan untuk menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pendidikan. Selain itu dengan adanya TIK, bisa belajar bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pendidik, karena belajar adalah proses seumur hidup yang selalu akan dilakukan manusia.
5.  Sebagai Infrastruktur Pendidikan
Saat ini sudah banyak bahan pembelajaran yang disimpan dalam format digital dan berbentuk multimedia. Dan bukan menjadi masalah jika jarak atau letak geografis memisahkan untuk melakukan proses pendidikan.
6.  Sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Belajar
Peserta didik diharapkan memberikan eksplorasi lebih secara bebas dan mandiri. Dan juga memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.
7.  Sebagai Pendukung Manajemen Pendidikan
Setiap individu pasti memerlukan dukungan tanpa henti, oleh karena itu kualitas layanan pada pengelolaan administrasi pendidikan seharusnya ditingkatkan secara bertahap.
8.  Metode Pembelajaran
Dengan kemajuan teknologi dengan metode-metode yang baru, memudahkan para siswa untuk memahami materi-materi yang sulit dimengerti. Dan sistem pembelajaran tidak harus saling bertatap muka. Bisa menggunakan jasa pos internet, salah satunya.

SUMBER: http://denaapriliyani.blogspot.com/2014/11/ultrasonografi-usg-sistem-informasi.html
http://12112682.blogspot.com/2017/01/ciri-inovasi-macam-inovasi-dan-contoh.html

Sabtu, 10 November 2018

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI (AUDIT IT CHAPTER 10)


Aplikasi infromasi teknologi adalah alat yang membawa nilai pada sistem komputer, mereka mendorong banyak jika tidak sebagian besar perusahaan saat ini
proses bisnis. Aplikasi TI ini berkisar dari yang relatif sederhana, seperti sistem hutang untuk membayar faktur vendor, hingga yang sangat kompleks, seperti pengaturan pengelolaan sumber daya perusahaan (ERM) dari beberapa aplikasi basis data yang saling terkait
untuk mengendalikan hampir semua proses bisnis perusahaan. Banyak aplikasi TI saat ini didasarkan pada perangkat lunak yang disewa oleh vendor atau yang dibeli, peningkatan jumlah berasal dari layanan berbasis web, beberapa dikembangkan oleh sistem internal dan tim pemrograman, dan banyak lagi yang didasarkan pada spreadsheet atau proses desktop database.

Orang yang tidak akrab dengan TI terkadang berpikir tentang aplikasi komputer hanya dalam hal laporan output sistem atau data yang ditampilkan di layar terminal. Namun, setiap
aplikasi, apakah aplikasi layanan berbasis Web, sistem mainframe yang lebih tua, 230 & Memilih, Pengujian, dan Audit Aplikasi TI.

Aplikasi IT sebelumnya dapat dipisahkan dengan mudah ke dalam tiga komponen ini. Sebagai contoh, sistem penggajian komputerisasi tradisional dari dulu menggunakan kartu waktu dan file pembayar personil sebagai input dan serangkaian program untuk menghitung pembayaran dan tunjangan serta untuk memperbarui catatan riwayat pembayaran. Output dari sistem penggajian itu adalah cek cetak, laporan daftar gaji, dan file pembayar yang diperbarui. Hari ini, sistem penggajian yang sama mungkin menerima masukan dari pembaca lencana instalasi otomatis yang mengontrol akses dan melacak kehadiran, sistem produksi lantai toko yang melakukan perhitungan pembayaran insentif, berbagai masukan online lainnya, danmanusia database sumber daya. Serangkaian program komputer, beberapa terletak diberbasis penyedia layananweb dan lainnya didistribusikan ke workstation jarak jauh, akan melakukan pemrosesan. Dalam banyak kasus saat ini, banyak proses penggajian dapat ditangani oleh luarfungsi layananyang melakukan sebagian besar kegiatan ini. Keluaran sistem penggajian modern mencakup transaksi untuk mengirimkan kompensasi ke rekening bank karyawan, membayar voucher yang dikirimkan ke karyawan, dan memasukkan file ke berbagai sumber pajak dan manfaat, berbagai layar tampilan, dan basis data sumber daya manusia yang diperbarui. Meskipun komponen input, output, dan komponen sistem pemrosesan komputer mungkin tidak semuanya jelas bagi auditor TI yang melakukan tinjauan awal, tiga elemen yang sama ada untuk semua aplikasi. Tidak peduli seberapa kompleks aplikasi itu muncul,TI auditor harus selalu mengembangkan pemahaman tentang aplikasi dengan memecah input, output, dan komponen pemrosesan. Bagian selanjutnya membahas secara singkat kontrol aspek dari komponen aplikasi ini untuk memberikan gambaran tentang memilih, mengaudit, dan menguji aplikasi TI.

Perangkat Lunak yang Disediakan Vendor Saat ini sebagian besar aplikasi IT didasarkan pada perangkat lunak yang dipasok oleh vendor. Vendor luar akan menyediakan elemen sistem dasar, sering berbasis Web, danTI perusahaan fungsi pengembangan bertanggung jawab hanya untuk membuat tabel khusus, antarmuka file, dan format laporan keluaran di sekitar aplikasi yang dibeli atau dilisensikan. Seringkali vendor melindungi kode sumber program yang sebenarnya untuk perangkat lunak yang dibeli untuk mencegah akses dan perubahan yang tidak benar. Auditor IT harus peduli bahwa vendor perangkat lunak
memiliki reputasi untuk kualitas, perangkat lunak bebas kesalahan. Seringkali lebih kecil,perangkat lunak wirausaha pemasok menawarkan solusi yang sangat hemat biaya, tetapi ada risiko dalam menggunakan pengembang perangkat lunak yang tidak memiliki modal besar. Jika ada keraguan tentangperangkat lunak bahasa pemrograman Pemrograman berorientasi objek(OOP), seperti JAVA atau C ++, model yang diatur di sekitar '' objek '' data daripada tindakan berbasis logika ''. '' Program menggunakan bahasa, seperti COBOL, didasarkan pada prosedur logis yang mengambil data input, memprosesnya, dan menghasilkan data output. Pendekatan pemrograman yang lebih tua ini menggambarkan logika pemrosesan tetapi tidak mendefinisikan data. Pemrograman berorientasi obyek berfokus pada objek data yang ingin kita manipulasi daripada logika yang diperlukan untuk memanipulasinya.

Sering ada banyak masalah pengendalian internal yang harus dipertimbangkan di luar deskripsi dalam brosur penjualan vendor. Exhibit 10.3 menyajikan TI prosedur peninjauan audituntuk digunakan baik ketika memberikan bantuan konsultasi dan ketika meninjau
1. Semua permintaan untuk aplikasi baru atau yang direvisi harus mengikuti standar IT dan menerima sebelumnya otorisasi.
2. Proses pengembangan aplikasi harus mencakup cukup meminta wawancara pengguna untuk mengembangkan pemahaman yang kuat tentang kebutuhan.
3. Semua proyek aplikasi baru harus menerima pernyataan persyaratan rinci bersama dengan
analisis manfaat biaya formal.
4. Rencana proyek harus disiapkan untuk semua pekerjaan pengembangan departemen TI serta untuk proyek pengembangan aplikasi individu.
5. Perawatan harus diberikan untuk memastikan bahwa proyek pengembangan aplikasi memenuhi tujuan jangka panjang dari perusahaan.
6. Tanggung jawab untuk pekerjaan pengembangan aplikasi harus diberikan dengan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas pengembangan.
7. Proses pengembangan aplikasi harus mencakup wawancara pengguna yang cukup untuk mendapatkan penuh pemahamantentang persyaratan.
8. Perhatian harus diberikan kepada kontrol internal, jejak audit, dan prosedur keberlanjutan.
9. Perencanaan sumber daya dan kapasitas yang memadai harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua perangkat keras dan perangkat lunak cukup ketika aplikasi ditempatkan dalam produksi.
10. Perhatian yang cukup, termasuk prosedur uji, harus dibayar untuk cadangan, penyimpanan, dankontinuitas perencanaanuntuk aplikasi baru.
11. Kontrol yang memadai harus dipasang untuk memberikan jaminan yang kuat mengenai integritas proses dan output data dari aplikasi.
12. Aplikasi harus dibangun dengan kontrol yang memadai untuk identifikasi dan koreksi
kesalahan pemrosesan.
13. Semua data dan transaksi pemrosesan aplikasi harus mengandung jejak audit yang kuat.
14. Dokumentasi yang memadai harus disiapkan pada tingkat teknis sertapengguna aplikasi
tingkat.
15. Data uji harus disiapkan mengikuti rencana uji yang telah ditentukan yang menguraikan diharapkan hasil yangdan memenuhi harapan pengguna.
16. Ketika data dikonversi dari aplikasi yang ada, prosedur kontrol yang kuat harus ditetapkan selama proses konversi.
17. Jika aplikasi penting, audit internal harus diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam formal audit preimplementation.
18. Harus ada proses persetujuan dan persetujuan formal sebagai bagian dari penyelesaian
proses pengembangan aplikasi.

Minggu, 04 November 2018

Ilmu sosial Dasar (sariwangi bangkrut)




Bagaimana Sariwangi bisa bangkrut ?

Berikut 5 fakta singkatnya:

1. Bukan Teh Celup
Perusahaan teh PT Sariwangi Agricultural Estate Agency berdiri sejak tahun 1962.
Kantornya berada di Gunung Putri Bogor Jawa Barat. Tahun 1970an, Sariwangi kemudian memperkenalkan revolusi minum teh lewat produk teh celup. Saat diluncurkan, produk teh yang sukses luar biasa hingga kini ini kemudian diberi merek Teh Celup Sariwangi. PT Sariwangi Agricultural Estate Agency bersama perusahaan afiliasinya, PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung, didera kesulitan. Dua perusahaan tersebut terjerat utang hingga Rp1,5 triliun ke sejumlah kreditur. Namun, produk ini kemudian diakuisisi oleh Unilever pada 1989.

2. Investasi Gagal
PT Sariwangi Agricultural Estate Agency kemudian mencoba berinvestasi di penggunaan teknologi untuk meningkatkan produksi perkebunan. Perusahaan ini mengembangkan sistem drainase atau teknologi penyiraman air dan telah mengeluarkan uang secara besar-besaran. Namun hasil yang didapat tidak seperti yang diharapkan. Sudah terlanjur utang besar, tapi pendapatan tak sesuai prediksi. Ujung-ujungnya, pembayaran cicilan utang tersendat. Sejumlah kreditur mulai mengajukan tagihan.

3. Utang Rp 1,5 Triliun
Masalah keuangan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency bersama perusahaan afiliasinya PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung, mulai terendus pada tahun 2015. Dua perusahaan ini ternyata terjerat utang hingga Rp 1,5 triliun ke sejumlah kreditur. Tercatat, ada lima bank yang mengajukan tagihan pada tahun itu, yakni PT HSBC Indonesia, PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Rabobank International Indonesia, PT Bank Panin Indonesia Tbk, dan PT Bank Commonwealth.

4. Memohon Perdamaian
Sariwangi sempat mengajukan perdamaian. Dua perusahaan itu mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada para kreditur.

5. Dinyatakan Pailit
Meski sudah diberi penundaan kewajiban pembayaran utang, namun hingga 2018, Sariwangi dan Maskapai Perkebunan Indorub tetap tak bisa menjalankan janjinya.


Pada Rabu (17/10/2018), Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan pembatalan homologasi dari salah satu kreditur yakni PT Bank ICBC Indonesia terhadap Sariwangi Agricultural Estate Agency, dan Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung. Seiring dengan keputusan tersebut, dua perusahaan perkebunan teh ini resmi menyandang status pailit. "Mengabulkan permohonan pembatalan perdamaian atau homologasi dari pemohon (ICBC), menyatakan perjanjian homologasi batal, menyatakan termohon 1 (Sariwangi), dan termohon 2 (Indorub) pailit dengan segala akibat hukumnya," kata Ketua Majelis Hakim Abdul Kohar saat membacakan amar putusan, Selasa (16/10/2018) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.


Apa hubungan sariwangi dan uniliver?
            PT Unilever Indonesia Tbk selaku pemegang merek atau brand teh Sariwangi memberikan penegasan bahwa produknya ini tetap berproduksi meski produsen teh, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency dinyatakan pailit oleh PN Niaga Jakarta Pusat.
Head of Corporate Communications Unilever Indonesia Maria D Dwianto menjelaskan, Unilever Indonesia telah mengakuisisi atau membeli brand teh celup Sariwangi dari perusahaan bernama PT Sariwangi Agricultural Estate Agency.
"Jadi saya ceritakan hubungan Unilever, teh Sariwangi dengan PT Sariwangi Agricultural Jadi pada 1989, (produsen teh Sariwangi) jual brandnya itu ke Unilever Indonesia. Tapi mereka kemudian meminta izin untuk tetap memakai nama PT Sariwangi," tuturnya kepada Okezone, Kamis (18/10/2018). Dia melanjutkan, walaupun brand sudah dijual, PT Sariwangi Agricultural kemudian menjadi mitra kerja Unilever. Di mana perusahaan ini tetap memproduksi beberapa varian Sariwangi.
"Jadi walaupun brand sudah dibeli, PT Sariwangi itu menjadi mitra atau rekan bisnis kita yang melakukan produksi," tuturnya. Seiring berjalannya waktu, kemitraan Unilever dengan PT Sariwangi Agricultural pun berakhir. Maria menegaskan, bahwa kontrak ini disudahi sebelum produsen teh Sariwangi ini dinyatakan pailit oleh PN Niaga Jakarta Pusat.

Bagaimana peran unilever terhadap sariwangi?
  PT Sariwangi itu menjadi mitra atau rekan bisnis uniliver Teh Sariwangi tetap ada karena milik Unilever. Karena informasi untuk menghormati semua pihak, kami tidak bisa bicara detail kapan kerjasamanya berakhir. Jadi rahasia. Tapi yang jelas itu terjadi sebelum putusan pengadilan, di mana kami sudah tidak bermitra lagi.

Bagaimana kondisi sariwangi terhadap produknya?
Unilever sebagai perusahaan yang telah mengakuisisi nama produk pun menjelaskan bahwa produk SariWangi akan tetap beredar. Unilever menjelaskan bahwa perusahaan tersebut akan tetap memproduksi teh SariWangi dan tidak terpengaruh atas PT SAEA yang dinyatakan pailit. Berkaitan dengan berita yang beredar mengenai salah satu brand kami yaitu SariWangi, Unilever sebagai pemilik brand ingin menyampaikan: Unilever tetap memproduksi SariWangi, sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati teh SariWangi. Lebih jauh, Unilever Indonesia menjelaskan bahwa PT. Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT. Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW) bukanlah bagian dari PT. Unilever Indonesia Tbk. Sementara mengenai PT. Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT. Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW), keduanya bukan merupakan bagian ataupun anak dari PT. Unilever Indonesia Tbk. Dua perusahaan yang kini dinyatakan pailit tersebut memang pernah menjalin kerjasama dengan PT. Unilever Indonesia Tbk. 
Namun kini sudah tak ada kerjasama dalam bentuk apapun lagi dan nama produk sudah diakuisisi.  Pendeknya, PT. SAEA bukanlah produsen dari teh SariWangi yang masih akan tetap beredar di pasaran.  Sehingga pailitnya perusahaan tersebut tidak mempengaruhi produksi teh merek SariWangi. Produksi teh SariWangi akan menjadi tanggungjawab dari Unilever Indonesia sebagai pemilik dari merek dagang tersebut. Dalam kata lain, yang bankrut bukanlah merek teh SariWangi, namun PT. SAEA yang pernah memasok komoditas daun teh untuk teh SariWangi yang merek dagangnya sudah menjadi milik Unilever Indonesia. Pihak Unilever Indonesia pun mengajak agar masyarakat terus mengonsumsi teh SariWangi bersama keluarga.




 http://makassar.tribunnews.com/2018/10/18/5-fakta-pabrik-teh-sariwangi-pailit-atau-bangkrut-termasuk-nilai-utang-yang-jadi-penyebab?page=4

Sabtu, 03 November 2018

METODE PENELITIAN KUANTITATIF



Mengapa melakukan penelitian kuantitatif?
Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menentukan hubungan antar variabel dalam sebuah populasi. Desain penelitian kuantitatif ada dua macam yaitu deskriptif dan eksperimental. Studi kuantitatif deskriptif melakukan pengukuran hanya sekali. Artinya relasi antar variabel yang diselidiki hanya berlangsung sekali. Sedangkan studi eksperimental melakukan pengukuran antar variabel pada sebelum dan sesudahnya untuk melihat hubungan sebab-akibat dari fenomena yang diteliti. Berikutnya akan dipaparkan karakteristik penelitian kuantitatif.

Apa saja karakteristik penelitian kuantitatif?

·         Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang terstruktur, seperti kuesioner, lembar survei atau polling.
·         Hasil analisis didasarkan pada sampel yang merupakan representasi dari populasi.
·         Studi yang sama bisa diulangi dikemudian hari untuk mencapai level reliabilitas atau tingkat kepercayaan yang tinggi.
·         Semua aspek yang diperlukan untuk studi telah dipersiapkan secara matang sebelum proses pengumpulan data, termasuk instrumen penelitian.
·         Data berbentuk numerik, angka atau statistik
·         Peneliti menggunakan alat bantu analisis seperti software komputer untuk mengolah data.
·         Orientasi utama dari penelitian kuantitiatif adalah mengklasifikasi, menghitung, dan mengonstruksikan model statistik untuk menjelaskan apa yang sedang ditelitinya.
·         Penelitian kuantitatif mengutamakan objektivitas data dalam mengkaji suatu fenomena sosial.
Dalam penelitian kuantitatif, data set dikumpulkan, diolah dan dianalisis untuk dicari hubungan antar variabel yang diteliti. Variabel yang digunakan bisa dua atau lebih. Dalam ilmu sosial biasanya lebih dari dua karena variabel selalu berada dalam setting sosial yang bersifat kompleks. Sebagai contoh, kita akan meneliti hubungan antara tempat tinggal dengan pendapatan. Hipotesis yang dibangun adalah, lingkungan urban memiliki peluang pada pendapatan yang lebih tinggi. Pada kenyatannya, pendapatan tinggi tidak ditentukan semata-mata oleh tempat tinggal. Ada variabel lain yang sangat memungkinkan, misal tingkat pendidikan, keturunan, dan lain sebagainya. Konsekuensi dari penelitian kuantitatif adalah relasi antar variabel bisa saja signifikan secara statistik, namun secara sosial tidak signifikan. Lalu apa kelebihan metode penelitian kuantitatif dan apa kekurangannya?

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan metode penelitian kuantitatif.

Kelebihan metode penelitian kuantitatif:

◊ Mendukung studi ilmu sosial yang cakupannya makro karena bisa melibatkan subjek penelitian dalam jumlah besar. Banyaknya subjek baik individu atau kelompok yang terlibat mendukung proses generalisasi.
◊ Memiliki modal untuk meraih objektivitas hasil penelitian. Secara umum, penelitian kuantitatif didesain untuk menghasilkan penjelasan yang sifatnya umum atau general dari suatu fenomena. Untuk mendapat penjelasan yang general ini, beberapa variabel digunakan.
◊ Mampu mengaplikasikan angka rata-rata dari suatu perhitungan sehingga desain penelitian bisa direplikasi dan dianalisis relevansinya di tempat lain.
◊ Mampu melalukan studi perbandingan secara objektif.
◊ Potensi bias yang sifatnya personal bisa dihindari dengan cara peneliti menjaga jarak dengan partisipan yang diteliti dan dengan cara menggunakan software komputer ketika menganalsis.

Kekurangan metode penelitian kuantitatif:

◊ Seringkali mengabaikan detail konteks sosial yang diteliti.
◊ Pendekatannya statis dan rigid sehingga tidak fleksibel ketika peneliti di lapangan.
◊ Memiliki potensi bias yang sifatnya struktural karena rumusan masalah yang dibuat biasanya merefleksikan kepentingan peneliti tanpa mempertimbangkan permasalahan yang sebenarnya dihadapi oleh partisipan.
◊ Hasil penelitian seringkali kurang detail dalam menjelaskan perilaku dan motivasi tindakan individu.
◊ Peneliti bisa saja mengumpulkan data yang lingkupnya sempit dan superfisial.
◊ Hasil penelitian memiliki kualitas penjelasan yang terbatas pada deskripsi numerik dan kurang detail dalam mengelaborasikan aspek persepsi manusia.
◊ Hasil penelitian cenderung menggambarkan hasil laboraturium ketimbang hasil nyata apa yang terjadi lapangan.

Kerangka dasar penelitian kuantitatif

Pada hakikatnya tidak ada kerangka atau desain riset kuantitatif yang dianggap paling benar. Kerangka penelitian selalu luwes, yang terpenting adalah sistematis dan tetap menjaga substansi penelitian. Namun demikian, selalu ada unsur yang menjadi dasar desain penelitian. Misalnya, rumusan masalah. Tidak ada penelitian tanpa rumusan masalah. Berikut ini kerangka dasar yang umum digunakan dalam penelitian kuantitatif yang dikutip dari buku ”Doing Quantitative Research in the Social Sciences: An Integrated Approach to Research Design” tulisan Thomas R. Black:

Pendahuluan

Pendahuluan dalam riset kuantitatif umumnya berisi latar belakang penelitian. Informasi dalam penelitian juga meliputi:
Rumusan masalah: Pada bagian ini peneliti menyatakan dengan jelas apa masalah yang ingin diinvestigasi. Formulasi rumusan masalah biasanya berbentuk kalimat tanya atau bisa juga pernyataan yang mengandung pertanyaan. Rumusan masalah ketika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris adalah ”research question”, atau pertanyaan penelitian.
Literatur review: Peneliti mereview beberapa literatur akademik yang dianggap relevan dengan topik, kemudian melakukan sintesis. Jika perlu, peneliti mencatat literatur apa saja yang metodologinya mirip untuk komparasi dan referensi kedepannya nanti. Perlu juga dijelaskan pada bagian ini, bagaimana penelitian yang dilakukan berkontribusi terhadap kekurangan penelitian yang sudah ada sebelumnya.
Kerangka teoritis: Peneliti mendeskripsikan teori yang digunakan atau hipotesis penelitiannya. Jika diperlukan, peneliti juga mendeskripsikan terminologi teoritis yang sulit dipahami untuk membantu pembaca memahami latar belakang penelitiannya. Umumnya penelitian kuantitatif menjelaskan apa hipotesisnya ketimbang apa teorinya.

Metodologi

Pada bagian ini, Peneliti harus menjelaskan tujuan dari penelitiannya dan bagaimana tujuan tersebut bisa dicapai. Penjelasan tentang metodologi yang digunakan akan membantu pembaca melakukan penilaian terhadap kualitas penelitiannya. Semakin detail informasi yang diberikan semakin baik. Bagian metodologi juga meliputi:
Populasi dan sampling: Peneliti menjelaskan darimana memperoleh data yang digunakan. Adakah data yang dibuang atau tidak dilibatkan? Jika ada, mengapa?
Pengumpulan data: Peneliti mendeskripsikan proses pengumpulan data dan mengidentifikasi variabel yang diukur. Perlu ditegaskan apakah data yang diperoleh merupakan data yang sudah tersedia atau peneliti mencari sendiri, misalnya dengan survei. Oleh karena tidak ada data set yang sempurna, makan batasan atau limitasi dalam metode pengumpulan data juga perlu dideskripsikan di sini.
Analisis data: Peneliti mendeskripsikan proses analisis data secara jelas. Pada umumnya, dekripsi tentang teknik penghitungan statitstik dan software yang digunakan juga ditampilkan pada bagian ini.

Hasil atau temuan penelitian

Temuan penalitian harus ditulis secara objektif. Dalam riset kuantitatif, sudah lumrah peneliti menampilkan hasil penelitian secara visual dengan grafik, tabel, atau diagram untuk membantu pembaca memahami data secara mudah. Namun perlu digarisbawahi bahwa data visual merupakan suplemen dari deskripsi tekstual yang ditampilkan. Pada bagian ini, peneliti memberikan:
Analisis statistik: Bagaimana data dianalisis dan apa temuannya? Temuan merupakan deskripsi dari data yang ditampilkan secara tekstual dan atau visual. Hati-hati dalam mendeskripsikan, jangan sampai peneliti melakukan interpretasi temuan. Interpretasi temuan penelitian disampaikan pada bagian selanjutnya.
Contoh Penelitian Kuantitatif
Contoh Penelitian Kuantitatif yang dipaparkan di sini dimaksudkan untuk menjadi referensi pembaca dalam mencari inspirasi riset kuantitatif yang akan dilakukan. Postingan ini juga didedikasikan untuk memberi gambaran dasar pada pembaca mengenai seperti apa penelitian kuantitatif itu dan dimana perbedaannya dengan penelitian model lainnya seprti kualitatif atau campuran.

Contoh penelitian kuantitatif

Dilema Pendidikan dan Pendapatan di Kabupaten Boyolali
Evaluasi Program Pemberdayaan Usaha Mina Pedesaan pada Masyarakat Pesisir Jawa Tengah
Partisipasi Masyarakat Dalam Program Bank Sampah: Model Logit
Transformasi Struktur Sosial dan Sektor Unggulan di Kabupaten Bumiayu Periode 2010-2015
Transformasi Pekerja Informal ke Arah Formal: Analisis Deskriptif dan Regresi Logistik
Partisipasi Tenaga Kerja Perempuan dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Pengaruh Perkembangan Sektor Perdagangan, Hotel Dan Restoran Kota Pekalongan Terhadap Sektor Pertanian Daerah Lainnya di Jawa Tengah
Analisis Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pengentasan Kemiskinan Di Maluku: Analisis FEM Data Panel
Dampak Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Terhadap Tingkat Putus Sekolah Di Indonesia: Analisis DID
Analisis Dampak Pembangunan Jalan Tol Terhadap Pertumbuhan Usaha Ekonomi Rakyat Di Teminabuan Provinsi Papua Barat (Studi Kasus Di Distrik Teminabuan, Kari Dan Aini)
Analisis Efektivitas Pelaksanaan Program Raskin Di Kota Banda Aceh
Perbandingan Ketepatan Model Logit Dan Probit Dalam Memprediksi Kecenderungan Tingkat Hunian Kamar Usaha Akomodasi Di Purworejo 2017
Pertumbuhan Penduduk, Konversi Lahan, dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Kebumen
Pengaruh Konflik Peran, Kompetensi, dan Motivasi Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Inspektorat Kota Jakarta
Peran Kepuasan Pelanggan Dalam Memediasi Hubungan Pengalaman Berbelanja Secara Online Dengan Perilaku Pasca Pembelian
Analisis Dinamika Kemiskinan (Poverty Dynamics) Di Sorong Selatan Berdasarkan Data Susenas Panel 2013-2017
Modelling Demand Side Kelas Menengah Pemuda Kota Surakarta
Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Penjualan Batubara Pada PT. Dinamo Kuantiva Jak
Konsumsi Rokok Berdasarkan Karakteristik Individu di Indonesia
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Disparitas Pendapatan Antardaerah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur
Analisis Indeks Pembangunan Manusia Pada 5 Wilayah Hasil Pemekaran Di Sulawesi Tenggara
Dampak Serikat Buruh Terhadap Tingkat Upah Buruh Sektor Swasta di Indonesia
Analisis Pengaruh Jumlah Tanggungan Keluarga, Umur, Dan Status Pekerjaan Terhadap Pendapatan Keluarga Wanita Single Parent
Hubungan Ketenagakerjaan Dan Perubahan Struktur Sosial-Ekonomi terhadap Kesejahteraan Masyarakat
Kontribusi Pelaksanaan Ritual Hindu Terhadap Kesempatan Kerja Dan Kesejahteraan Masyarakat Di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jaw timur
Keterkaitan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta Kemiskinan di Indonesia Tahun 2017




SUMBER: http://sosiologis.com/contoh-penelitian-kuantitatif
https://skripsiyuk.com/artikel-skripsiyuk-com/kelebihan-dan-kekurangan-penggunaan-metode-penelitian-kuantitatif-dan-kualitatif/